Thursday, May 27, 2010

NGEBLOG, MENGAJAR TANPA BATAS

Mencobalah untuk membaca karya orang, memahaminya, menyimpulkan dan akhirnya menirunya

Nge-Blog, Mengajar tanpa Batas Ruang dan Waktu

Oleh Mahfud,
Guru Biologi SMP YPPI 2 Surabaya

Contextual teaching and learning (CTL) is a system instruction based on the philosophy that students learn when they see meaning in academic material and the meaning in schoolwork when they can connect new information with prior knowledge and their own experience. Begitu menurut Elaine B. Johnson (2002).

Mencermati pengertian CTL tersebut, siswa akan belajar sungguh-sungguh jika materi pelajaran yang kita ajarkan bermanfaat langsung bagi kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu contoh aplikasi metode CTL adalah membuat blog di internet sesuai mata pelajaran masing-masing.

Masalah yang muncul kemudian adalah bagaimana cara membuat blog di internet dan menggunakannya untuk tujuan mengajar? Untuk bisa membuat blog di internet, ada beberapa cara. Salah satunya, kita bisa masuk melalui www.blogger.com, lalu kita ikuti tiga langkah mudah membuat blog. Kita tinggal mengisi data sampai blog kita jadi.

Cara lain, juga lewat blog yang sudah jadi, misalnya masuk ke blog penulis: www.wahanaguru.blogspot.com. Setelah masuk, kita lihat di pojok kanan atas ada kata ''buat blog''. Tinggal kita klik tulisan itu. Kemudian, ikuti tiga langkah mudah membuat blog seperti di atas. Cara lain lagi, bisa juga melalui www.wordpress.com dan mengikuti langkah-langkah yang diminta.

Setelah blog kita jadi, agar lebih menarik, kita bisa memilih warna yang kita suka, mengisi blog dengan album foto sekolah, slide dari youtube, jumlah pengunjung, polling, artikel, atau materi pelajaran yang akan kita ajarkan. Bisa juga blog kita ''link''-kan ke media lain. Misalnya, Jawa Pos, Dispendik Surabaya, Dispendik Sidoarjo, Dispendik Gresik, Pustakamaya, atau Wikipedia.

Bila blog sudah jadi dan cukup menarik, kita bisa mengisinya dengan materi pelajaran yang akan kita ajarkan. Misalnya, bila besok akan praktikum, alat dan bahan, juga prosedur (cara kerja), dimasukkan dulu ke blog. Di kelas, kita bisa membagi kelompok atau menjawab pertanyaan siswa.

Sebelum pulang, siswa diberi tahu bahwa alat, bahan, dan prosedur praktikum bisa diakses di www.wahanaguru.blogspot.com. Bila ada hal-hal yang kurang jelas, pertanyaan bisa disampaikan dengan mengeklik ''comment'' yang terletak di kanan bawah materi atau artikel. Selanjutnya, tinggal mengetik apa yang ditanyakan, membubuhkan e-mail kita, lalu klik ''publikasikan''. Pertanyaan akan muncul di blog kita. Guru bisa menjawab pertanyaan tersebut di mana saja, kapan saja, asalkan ada akses internet.

Mengajar menggunakan blog memiliki beberapa keunggulan (kelebihan). Salah satunya, kita tidak dibatasi waktu di sekolah yang hanya 6-9 jam per hari. Kita juga bisa mengganti materi pelajaran pada malam atau pagi sebelum pelajaran dimulai, bahkan kapan saja. Demikian pula, kita tidak harus mengajar di ruang kelas. Bisa saja guru di rumah, warnet, kafe, mal, atau di Taman Bungkul sekalipun.

Namun, secara jujur, penulis juga mengakui, metode tersebut memiliki kelemahan. Yakni, guru maupun siswa harus punya akses internet. Bagaimana menurut Anda? (soe)

1 komentar:

Neng Ayu said...

Baru sempat mampir nih!
Liat-liat dulu....
Situsnya bagus nih!
apalagi kalau disuguhi makan!
hehehehehhehehe
Kunjungan balik ya sob, ini blog saya
http://artibelajarmengajar.blogspot.com
Salam kenal....